Header Ads

Naskah Monolog Marsinah Menggugat Karya Ratna Sarumpaet

Monolog Marsinah Menggugat

SENITULAR - Dalam drama, monolog merupakan sesuatu dialog yang dimainkan seseorang diri dalam suatu drama. Jadi, cuma satu orang saja yang berdialog dan memastikan pokok bahasan yang lain.

Dialog tersebut yang diucap dengan komunikasi oleh satu orang, ataupun singkatnya berdialog sendiri. Salah satu seseorang dramawan di Indonesia merupakan Ratna Sarumpaet. Salah satu naskah dramanya yang populer yakni “Monolog Marsinah Menggugat”.

Berangkat dari cerita nyata, Ratna Sarumpaet menuangkan kembali cerita Marsinah ke dalam naskah drama monolog yang bertajuk Marsinah Menggugat.

Di dalam naskah drama monolog Marsinah Menggugat, Ratna Sarumpaet menyuarakan kegelisahan yang dia rasakan lewat tokoh Marsinah. Dia pula mengantarkan pemikiran-pemikiran serta perasaan Marsinah yang tidak tersampaikan kepada warga sebab Marsinah telah terlanjur dibunuh.

Ratna Sarumpaet merekonstruksi tokoh Marsinah dengan metode mendeskripsikan Marsinah selaku arwah yang bangkit sebab merasa tersendat sehabis sekian lama permasalahannya sudah ditutup serta tidak menciptakan penyelesaian, dan banyaknya sandiwara yang terjalin dibalik proses hukum permasalahan tersebut.

Lewat tokoh Marsinah tersaji wujud wanita yang pantang menyerah dalam menempuh kehidupannya. Hidup dalam suatu keluarga yang terlilit kemiskinan, menuntut Marsinah buat tetap bertarung serta berjuang dalam hidup demi sesuap nasi.

Seluruh upaya ia jalani. Apalagi di masa kecilnya, dia tidak sempat memiliki peluang buat bermain dengan sahabat sebayanya, sebab sepulang sekolah hingga sore Marsinah wajib menjajakan kue. Hasil dari upah menjajakan kue dia pakai buat menyewa novel serta membacanya sepuas- puasnya.

Walaupun Marsinah bukan berasal dari keluarga yang terletak, tetapi dia tidak sempat menyerah buat terus menuntut ilmu. Buktinya, upah dari berjualan kue tidak dia pakai buat jajanan ataupun yang lain, melainkan dia gunakan buat menyewa novel biar dia dapat terus membaca.


Baca Juga : Naskah Teater Nyanyian Angsa Karya Anton Chekhov


Marsinah terus memperjuangkan hak- hak buruh kecil supaya memperoleh keadilan, dia rela bertaruh nyawa hingga titik darah penghabisan. Meski dia wajib mengubur dalam cita-citanya buat masuk ke fakultas hukum serta menerima dirinya dikala ini cumalah buruh kecil. Dia menerima serta menyadari kalau seluruh yang terjalin telah takdir hidup.

Lewat tokoh Marsinah, mencerminkan wujud wanita yang mempunyai keberanian dan pemikiran yang kritis. Marsinah sangat tidak suka dengan orang- orang yang tetap menyangka kalau rakyat kecil cumalah kumpulan kalangan bodoh serta sangat gampang buat dibodohi.

Marsinah tidak mau seseorang buruh di pandang sebelah mata. Karena seseorang buruh pula manusia yang pantas dimanusiakan. Seseorang buruh layak memperoleh kesejahteraan, kenyamanan, keadilan dalam seluruh aspek kehidupan.

Para buruh telah bekerja keras, mempertaruhkan tenaga, waktu, serta pikirannya buat tercapainya suatu produktivitas yang besar dalam suatu industri. Oleh karena itu, wajarlah apabila keadilan serta kesejahteraan jadi harga mati buat didapatkan.

Dalam naskah monolog Marsinah Menggugat, dia merupakan wujud yang memperjuangkan keadilan serta hak para buruh kecil. Penderitaan, penindasan, dan kesengsaraan yang diterima oleh kalangan buruh buatnya tetap dihantui oleh suatu rasa tanggung jawab yang besar buat melepaskan mereka dari suatu penderitaan.

Dalam monolog ini, Marsinah ditafsirkan selaku wujud yang ikhlas dalam mengalami seluruh tes dalam hidup. Walaupun pembelajaran Marsinah wajib terputus di tengah jalur, walaupun dia wajib mempertaruhkan umur mudanya buat jadi seseorang buruh pabrik, dia senantiasa menempuh seluruh itu dengan hati yang ikhlas, dia senantiasa gigih bekerja keras buat keberlangsungan hidupnya.

Sifatnya yang ikhlas terlahir dari ajaran neneknya, ialah Nenek Poeirah. Untuk Marsinah, kepahitan dalam hidup menuntutnya buat senantiasa berlagak ikhlas.

Keikhlasan kadangkala nampak jauh dari jangkauan, tetapi menggapainya tidaklah perihal yang mustahil, walaupun tidak dapat dikatakan gampang. Tiada kata menyerah buat mencapai keikhlasan serta kebahagiaan.

Untuk mengunduh naskah monolog Marsinah Menggugat karya Ratna Sarumpaet, silakan klik LINK BERIKUT.***

No comments

Powered by Blogger.