Header Ads

Jenis dan Bahan Lukisan Teknik

Jenis dan Bahan Lukisan Teknik

SENITULAR - Kreativitas dalam mengolah bahan dan media dalam melukis melahirkan teknik melukis tertentu, teknik melukis ini sudah dipakai sejak zaman pertengahan, sehingga menambah keragaman karya seni lukis.

Beberapa teknik yang digunakan dalam melukis antara lain:

Lukisan Cat Air (Aquarel)

Bahan yang dipakai dalam teknik ini adalah cat air berbentuk pasta yang dicampur dengan air. Teknik aquarel adalah melukis dengan sapuan warna tipis, sehingga hasilnya transparan, media untuk bahan cat air adalah kertas.

Mozaik

Teknik mozaik adalah teknik menempelkan pecahan atau lempengan kaca yang berwarna-warni pada media lukisan, sehingga membentuk objek tertentu. Bahan yang bisa digunakan untuk teknik ini antara lain pecahan keramik, porselen, potongan kertas, atau bisa juga batu yang berwarna-warni.

Mozaik yang memakai potonganpotongan kayu sebagai bahan lukisannya disebut intersia.

Lukisan kaca

Teknik lukisan kaca menggunakan kaca, timah, kuningan, dan tembaga sebagai penyambungnya, sehingga membentuk lukisan. Lukisan kaca pertama kali dikembangkan pada zaman Gothic di Eropa sebagai bagian dari arsitektur.

Lukisan kaca ini mencapai kegemilangan pada zaman Renaisance sebagai hiasan pada pintu dan jendela bangunanbangunan besar seperti istana dan tempat peribadatan. Di Indonesia, teknik lukisan kaca pada awalnya berkembang sebagai seni industri rumah tangga di Cirebon, Jawa Barat sebagai warisan dari teknik yang dicontohkan oleh seniman Belanda.

Lukisan Batik

Lukisan batik tekniknya hampir sama dengan tata cara membatik, yaitu dengan menutupi permukaan kain dengan lilin atau malam batik. Kain yang tertutup lilin inilah yang membentuk titik garis bidang atau pun ruang sebelum jadi sebuah gambar, dan hasil akhir dicelup ke larutan pewarna.

Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan jika kalian melukis. Teori ini berdasarkan pengalaman para pelukis terkenal. Proses atau langkah dalam melukis adalah sebagai berikut.

Memunculkan Gagasan

Untuk memunculkan gagasan kreatif, bisa didapatkan dari apa yang kita lihat di sekeliling kita misalnya dengan:

  1. Mengembangkan imajinasi, apa yang kita pikirkan atau dari pengalaman orang lain.
  2. Melihat objek secara langsung, misalnya pasar, pantai, atau pegunungan.
  3. Melihat dari buku, majalah, internet, serta dokumen lain tentang lukisan.
  4. Mengunjungi museum atau kegiatan seni lukis di sekitar.

Ide dan gagasan di atas kita olah lagi baik dari segi bentuk maupun susunan objeknya menjadi sebuah sketsa yang menarik, sehingga apa yang kita lihat, rasakan, atau yang kita pikirkan dipahami oleh pengamat seni.


Baca Juga : Pengertian Seni Rupa atau Seni Lukis

Membuat Sketsa

Sketsa adalah gambar awal yang akan dijadikan atau dibuat lukisan. Sketsa inilah yang kemudian diselesaikan menjadi sebuah lukisan yang sempurna, sketsa biasanya hanya berupa goresan global tidak mendetail dari sketsa yang kita buat akan tergambar apa yang akan kita ungkapkan.

Menentukan Media Berkarya (Bahan dan Alat)

Proses ini adalah untuk media yang kita gunakan, misalnya:

  1. Menggunakan kertas: karton, manila, padalarang, atau hanya kertas HVS.
  2. Menggunakan tembok, dinding, papan, atau media yang lebar lainnya.
  3. Menggunakan media alternatif, kaca, cangkang telur, atau di permukaan benda pakai/kerajinan.
  4. Menggunakan cat minyak, cat akrilik, cat tembok, krayon, atau pastel.

Dalam berkarya seni media, alat dan bahan juga menentukan proses dan teknik berkarya seni, sehingga hal ini harus direncanakan.

Menentukan Teknik

Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam melukis, di antaranya:

  • teknik aquarel (warna transparan);
  • teknik plakat (warna tebal);
  • teknik goresan ekspresif dengan menggunakan jar, kuas, atau pisau palet;
  • teknik tebal dan berteksktur (bertekstur warna);
  • teknik timbul (mozaik).

Mewarnai dan Menyempurnakan Lukisan

Setelah sketsa selesai, tahap melukis yang sebenarnya kita jalankan, sesuaikan dengan rencana dan teknik yang disiapkan dari awal. Tahap terakhir adalah menyempurnakan/menyelesaikan lukisan sketsa yang telah dibuat, yaitu:

  1. Mewarnai sketsa dengan goresan tipis pada objek pokok (positif) dan latar belakangnya (negatif).
  2. Menyempurnakan lukisan dengan kontur, penyinaran, (spot light), penegasan, dan penentuan gelap terang.

Namun, tidak semua langkah jadi acuan, karena proses melukis dengan menggunakan bahan yang satu dengan yang lainnya tidak sama, demikian pula dengan teknik yang digunakan.

Membuat karya seni merupakan wujud ekspresi dari suatu ide atau gagasan. Ide adalah hasil pemikiran yang berawal dari suatu inspirasi atau imajinasi. Gambaran yang tertangkap melalui ruang imajinasi seseorang dapat diwujudkan dalam bentuk karya seni.***

No comments

Powered by Blogger.